Deskripsi
Tanaman Sri rezeki
Sebelum anda akan membeli tanaman sri rezeki maka ibad garden akan mengulas beberapa keunggulan dari tanaman yang memiliki nama ilmiah dieffenbachia maroba. Berikut informasinya
11 Keunggulan Tanaman Sri Rezeki Yang Wajib Kamu Tahu
Kalau kamu cari di Google bahkan oleh ai Tanaman Sri Rezeki, kamu akan bingung. Ada yang bilang Tanaman Aglonema, ada yang bilang Dieffenbachia Maroba, ada yang bilang Bunga Sri Rezeki.
Mana yang benar?
Jawabannya: Semua benar. Karena di Indonesia, nama Sri Rezeki dipakai untuk 2 tanaman yang mirip dan memang satu keluarga Araceae: Aglonema Sri Rezeki dan Dieffenbachia Maroba yang sering disebut Aglonema Sri Rezeki Jadul.
Keduanya dijuluki Aglonema Pembawa Rezeki karena dipercaya membawa keberuntungan, dan keduanya adalah tanaman hias legendaris tahun 90-an yang ada di setiap rumah.
Tapi ada fakta menyedihkan: Tanaman Sri Rezeki sekarang langka karena tidak laku jadi petani tidak membudidayakannya lagi.
Kenapa langka? Karena tren bergeser ke Aglonema impor mahal seperti Aglonema Suksom, Aglonema Red Anjamani, dan Monstera. Petani di Lembang cihideung, Bandung Barat, sudah tidak mau tanam Dieffenbachia Maroba lagi karena harganya murah dan dianggap tanaman jadul. Padahal justru disitulah keunggulannya.
Lalu apa saja 11 keunggulan Tanaman Sri Rezeki yang bikin tanaman ini harus kamu punya lagi di rumah, terutama untuk kamu yang cari tanaman penyerap polusi udara dan tanaman yang bisa di indoor?
Simak sampai habis.
1. Tanaman Penyerap Polusi Udara Terbaik No.1 Versi NASA – Bukan Mitos

Ini keunggulan paling utama dan paling ilmiah dari Tanaman Sri Rezeki.
NASA Clean Air Study tahun 1989 meneliti 50 tanaman hias. Hasilnya: Dieffenbachia / Aglaonema (Sri Rezeki) termasuk TOP 10 tanaman penyerap polusi udara terbaik di dunia.
Apa yang diserap Bunga Sri Rezeki?
- Formaldehida: dari lem kayu, karpet, cat tembok baru. Penyebab pusing dan sesak.
- Xylene dan Toluene: dari tinta printer, cat, thinner.
- Karbon Monoksida: dari asap kendaraan yang masuk rumah.
Jika rumah Anda dekat jalan raya, atau baru renovasi, atau punya banyak perabot kayu baru, letakkan 2-3 pot Tanaman Aglonema / Aglonema Sri Rezeki di ruang tamu. Dalam 24 jam, udara akan terasa lebih segar.
Bandingkan dengan Aglonema impor mahal yang daunnya kecil dan tipis, Dieffenbachia Maroba daunnya lebar 15-25cm, batang besar, jadi kemampuan serap polusinya jauh lebih besar. Daun lebar = stomata banyak = filter udara lebih besar.
Untuk rumah di Jakarta yang polusinya tinggi, Tanaman Sri Rezeki adalah air purifier alami termurah.
2. Tanaman Yang Bisa di Indoor 100% Tanpa Sinar Matahari Langsung

Banyak tanaman mati jika di indoor AC. Tanaman Sri Rezeki justru suka indoor.
Habitat aslinya adalah hutan tropis bawah yang teduh. Jadi dia tidak butuh matahari langsung. Cukup cahaya terang tidak langsung dari jendela atau lampu ruangan saja sudah subur.
Ciri Aglonema Pembawa Rezeki yang bisa di indoor:
- Kuat di AC 18-24 jam.
- Kuat di ruangan minim cahaya seperti kamar kos, kamar mandi, dan kantor.
- Tidak perlu dijemur tiap hari seperti Kaktus atau Agave Siklok.
Cukup siram 2 hari sekali, lap daunnya seminggu sekali agar pori-pori tidak tertutup debu, dia akan tetap segar.
Untuk kamu yang punya rumah minimalis type 36 yang jendelanya kecil dan minim sinar, Tanaman Sri Rezeki adalah jawaban. Tidak seperti Calathea Lancifolia yang ujung daunnya mudah kering jika AC terlalu dingin, Dieffenbachia Maroba jauh lebih tahan banting.
3. Aglonema Pembawa Rezeki – Tanaman Feng Shui dan Mitos Pembawa Keberuntungan

Kenapa disebut Aglonema Sri Rezeki dan Aglonema Pembawa Rezeki?
Dalam tradisi Jawa dan Tionghoa:
- Sri = Dewi Padi, Dewi Kemakmuran.
- Rezeki = Keberuntungan dan kelimpahan.
Menanam Bunga Sri Rezeki di depan rumah atau di ruang tamu dipercaya membawa rezeki lancar, usaha lancar, dan penghuni rumah adem ayem.
Mitos atau tidak, secara psikologi itu benar. Warna hijau segar daun Tanaman Sri Rezeki yang belang putih kuning itu memberikan efek menenangkan, mengurangi stres, dan membuat rumah terlihat hidup. Rumah yang adem = penghuni betah = rezeki betah.
Makanya toko-toko emas, toko kelontong, dan kantor banyak yang pajang Tanaman Aglonema / Dieffenbachia Maroba di depan pintu.
4. Perawatan Super Mudah – Cocok Untuk Pemula Yang Sering Matikan Tanaman

Jika kamu pemula dan sering matikan tanaman seperti Aglonema impor yang manja, cobalah Tanaman Sri Rezeki Jadul ini.
Perawatannya paling mudah se-dunia Aglonema:
- Media tanam: Sekam + tanah + cocopeat + organik masing-masing 25%. Sama seperti Dieffenbachia Compacta dan Calathea lancifolia. Jangan pakai media terlalu padat.
- Siram: 2-3 hari sekali saja. Tusuk jari 2cm, jika kering baru siram. Dia tahan 5-7 hari tidak disiram masih hidup.
- Pupuk: NPK 16-16-16, 11-15 butir di 3-4 penjuru pot, 1-2 bulan sekali saja. Sama seperti tutorial Calathea Lancifolia. Jangan tiap minggu.
- Cahaya: Teduh terang, jangan full sun. Full sun daunnya gosong kuning.
- Hama: Hampir tidak ada hama serius. Kuat.
Bandingkan dengan Aglonema Suksom yang butuh media premium, pupuk khusus, dan sering busuk akar, Dieffenbachia Maroba ini seperti tanaman liar yang hidup sendiri.
5. Cepat Beranak dan Mudah Diperbanyak – Dari 1 Pot Jadi 10 Pot Dalam 1 Tahun

Tanaman Sri Rezeki / Dieffenbachia Maroba adalah tanaman rimpang yang rajin beranak.
- 1 induk dewasa bisa keluarkan 2-6 anakan dalam 6 bulan.
- Batangnya bisa di-stek: Potong batang 10cm, tancap ke media, 3 minggu keluar tunas baru.
Ini yang tidak dimiliki Aglonema impor yang mahal dan lama beranaknya.
Cara stek batang Dieffenbachia Maroba paling mudah: Potong batang tua yang sudah tinggi, olesi betadine di bekas potongan, tancap di sekam lembab, simpan di teduh, jangan siram 3 hari, setelah itu siram 2 hari sekali. Tunas baru akan muncul dari mata tunas.
6. Sekarang Langka – Tidak Banyak Petani Yang Budidayakan Lagi – Jadi Buruan Kolektor Tanaman Jadul

Ini fakta lapangan yang jarang dibahas penjual tanaman.
Kenapa Tanaman Sri Rezeki sekarang langka?
- Tidak laku 2015-2023: Saat tren Monstera, Philodendron, dan Aglonema impor mahal naik, tanaman jadul seperti Dieffenbachia Maroba dianggap murah dan kampungan. Harga anjlok dari Rp 50.000 jadi Rp 5.000. Petani di Lembang rugi.
- Petani beralih: Petani tidak mau rugi, mereka bongkar kebun Sri Rezeki dan ganti ke Aglonema Suksom, dan kebeberapa tanaman yang pernah viral sebelumya
- Indukan hilang: Indukan Bunga Sri Rezeki yang sudah umur 5-10 tahun yang batangnya besar-besar sudah banyak dibuang.
Akibatnya sekarang 2026, saat tren tanaman jadul dan tanaman penyerap polusi udara kembali naik, stok Tanaman Aglonema / Aglonema Sri Rezeki / Dieffenbachia Maroba asli sudah sangat tipis. Banyak yang dijual di marketplace adalah Aglonema Lipstik atau Aglonema Butterfly yang mirip tapi bukan Sri Rezeki asli.
Ciri Dieffenbachia Maroba / Sri Rezeki Asli Jadul:
- Daun lebar, panjang 20-30cm, belang putih krem di tengah, hijau di pinggir, tulang daun jelas.
- Batang besar hijau, bisa setinggi 1-1,5 meter.
- Tidak seperti Aglonema Lipstik yang daunnya kecil dan batangnya pendek.
Jika kamu lihat Tanaman Sri Rezeki yang batangnya sudah tinggi 80cm ke atas, itu barang langka. Simpan, jangan dijual murah.
7. Bisa Tinggi 1,5 Meter – Jadi Tanaman Sudut Ruangan Pengganti Palem
Kebanyakan Tanaman Aglonema modern pendek 20-30cm. Dieffenbachia Maroba / Tanaman Sri Rezeki bisa tinggi.

Jika ditanam di pot diameter 30cm dan dirawat 2 tahun, tingginya bisa 1-1,5 meter. Cocok untuk:
- Sudut ruangan tamu yang kosong.
- Samping tangga.
- Lobi kantor.
- Pengganti Palem Kuning yang butuh sinar banyak.
Tinggi 1,5 meter dengan 15-20 daun lebar, kesan tropis mewah langsung jadi. Harga 1 pot tinggi 1 meter hanya Rp 75.000 – Rp 100.000, jauh lebih murah dari Palem Kuning 1,5 meter yang Rp 250.000.
8. Tahan Debu dan Polusi Jalan Raya
Daun Bunga Sri Rezeki permukaannya agak licin dan lebar, jadi debu tidak mudah menempel dan mudah dilap.
Jika rumah kamu di pinggir jalan raya yang debunya banyak, letakkan Tanaman Sri Rezeki di teras. Daunnya akan menangkap debu. Lap seminggu sekali dengan tisu basah, tanaman tetap mengkilap.
Bandingkan dengan tanaman berbulu seperti Calathea yang debunya susah dilap, Tanaman Aglonema Sri Rezeki paling mudah dibersihkan.
9. Cocok Untuk Taman Vertikal dan Taman Horizontal

Sama seperti Calathea lancifolia, Tanaman Sri Rezeki juga cocok untuk 2 konsep taman:
- Taman Vertikal: Susun pot Dieffenbachia Maroba di rak besi atau kayu. Daunnya yang menjuntai ke bawah akan memberikan kesan rimbun. Pot atas yang lebih kering siram lebih sering, pot bawah yang lembab pupuknya 15 butir NPK.
- Taman Horizontal / Border: Tanam Tanaman Sri Rezeki sebagai border di bawah pohon besar atau di sepanjang pagar yang teduh. Jarak 40cm antar tanaman. Dalam 6 bulan sudah rimbun menutup tanah.
Untuk taman minimalis yang ada anak kecil, Tanaman Sri Rezeki aman karena tidak berduri seperti Agave Siklok / Agave attenuata. Tapi ingat, getahnya gatal jika dimakan, jadi jangan letakkan di tempat yang bisa dijangkau anak balita yang suka memasukkan daun ke mulut.
10. Harga Murah – Dari Rp 15.000 Sudah Dapat Tanaman Penyerap Polusi

Karena dianggap tanaman jadul dan sekarang langka karena tidak laku jadi petani tidak membudidayakannya lagi, harga Tanaman Sri Rezeki justru murah.
- Satuan: Bibit 15cm Rp 15.000 – Rp 25.000
- Induk rimbun 50cm: Rp 35.000 – Rp 50.000.
- Induk jumbo 1 meter: Rp 75.000 – Rp 100.000.
Bandingkan dengan 1 air purifier listrik Rp 1,5 juta yang butuh listrik dan ganti filter, Tanaman Aglonema Pembawa Rezeki ini Rp 15.000 sudah menyerap polusi seumur hidup, tanpa listrik, plus bawa rezeki.
Paket hemat Ibad Garden: Beli 5 pot Dieffenbachia Maroba + 1 bungkus NPK biru 500gr + media tanam porous 5kg, hanya Rp 125.000. Sudah dapat mini jungle penyerap polusi di rumah.
11. Daunnya Bisa Di-Lap dan Mengkilap – Estetik

Daun Aglonema Sri Rezeki / Dieffenbachia Maroba yang lebar, mengkilap, dan belang putih hijau itu sangat Instagramable.
Tips agar daun Bunga Sri Rezeki mengkilap untuk foto:
Lap dengan air + sedikit susu (1:10) atau dengan leaf shine.
Semprot dengan sprayer pagi sore untuk jaga kelembapan.
Jika dirawat benar, warna belangnya akan kontras: tengah putih krem, pinggir hijau tua. Foto di sudut ruangan estetik, langsung terlihat mahal padahal harga murah.
Kesimpulan: Kenapa Kamu Harus Punya Tanaman Sri Rezeki Sekarang Sebelum Makin Langka
Jadi 11 keunggulan Tanaman Sri Rezeki / Tanaman Aglonema / Aglonema Sri Rezeki / Bunga Sri Rezeki / Aglonema Pembawa Rezeki / Dieffenbachia Maroba:
- Tanaman penyerap polusi udara terbaik versi NASA.
- Tanaman yang bisa di indoor 100% tanpa matahari.
- Aglonema pembawa rezeki – Feng Shui keberuntungan.
- Perawatan super mudah untuk pemula.
- Cepat beranak dari 1 jadi 5pot.
- Sekarang langka karena tidak laku jadi petani tidak membudidayakannya lagi – jadi buruan kolektor.
- Bisa tinggi 1,5 meter jadi tanaman sudut ruangan.
- Tahan debu dan polusi jalan raya.
- Cocok untuk taman vertikal dan taman horizontal.
- Harga murah Rp 15.000 sudah dapat air purifier alami.
- Daun mengkilap estetik untuk Instagram.
Jika kamu cari tanaman penyerap polusi udara yang bisa di indoor, harga murah, dan sekarang langka, jangan tunggu. Tanam Tanaman Sri Rezeki sekarang sebelum petani benar-benar berhenti budidaya dan harganya jadi mahal seperti Monstera.
Setelah membahas keunggulan, kali ini ibad garden akan memberikaan informasi cara merawat tanaman tersebut
Cara Merawat Tanaman Sri Rezeki Agar
Cara Merawat Tanaman Sri Rezeki Agar Tidak Mati – Cara Merawat Dieffenbachia Maroba Lengkap Untuk Pemula
Cara Merawat Tanaman Sri Rezeki Agar Tidak Mati – Panduan Lengkap Cara Merawat Dieffenbachia Maroba
Anda baru beli Tanaman Sri Rezeki / Dieffenbachia Maroba dari Bandung tapi 3 hari kemudian layu, daun menguning, batang busuk?
Itu bukan karena tanamannya jelek, tapi karena cara merawat tanaman sri rezeki nya salah, terutama di 7 hari pertama pasca pengiriman.
Tanaman Sri Rezeki atau Dieffenbachia Maroba yang juga disebut Aglonema Sri Rezeki memang terkenal tahan banting, tanaman penyerap polusi udara, dan tanaman yang bisa di indoor. Tapi dia punya musuh utama: STRES PASCA PERJALANAN.
Tanaman dikirim dari DPL tinggi yaitu Bandung, yang suhunya antara 23-28°C, sedangkan Ibad enggak tau kalau suhu di tempat Anda berapa. Misalkan tempat Anda itu di Jakarta yang suhu perkiraannya antara 30-36°C, sedangkan tanamannya dikirim dari Bandung yang suhunya antara 23-28°C, dengan kata lain akan terjadi yang namanya stres pasca perjalanan dan stres perpindahan tempat.
Maka dari itu Ibad Garden sudah siapkan tutorial lengkap cara merawat tanaman sri rezeki
Kenalan Dulu: Apa Itu Tanaman Sri Rezeki / Dieffenbachia Maroba?
Sebelum masuk ke cara merawat tanaman sri rezeki, kita siapkan dulu media tanamnya.
CARA MENANAM TANAMAN SRI REZEKI / DIEFFENBACHIA MAROBA
Ini adalah step paling awal dan paling menentukan hidup matinya tanaman.
Sebelum Anda akan menanamnya ini pastikan anda sudah menyiapkan media tanamnya.
Untuk rekomendasi media tanamnya: Sekam, tanah, cocopeat, dan pupuk organik masing-masing 25%, yang sebelum digunakan diaduk dulu sampai merata.
Kenapa harus 25% masing-masing?
- Sekam 25%: Untuk rongga udara. Akar Dieffenbachia Maroba butuh bernafas. Sekam mentah atau sekam bakar membuat media porous, tidak padat.
- Tanah 25%: Tanah Lembang gembur sebagai pengikat akar. Jangan pakai tanah sawah yang liat dan berat.
- Cocopeat 25%: Untuk menyimpan air. Cocopeat mampu menyimpan air 8x lipat, jadi media tetap lembab tapi tidak becek.
- Pupuk Organik 25%: Kohe kambing fermentasi atau kompos daun. Untuk makanan awal sebelum NPK.
Aduk keempatnya sampai merata. Jangan ada yang menggumpal. Setelah diaduk, siram dengan air sampai lembab, diamkan 1 hari baru pakai untuk tanam.
Ciri media tanam yang bagus dan porous: Jika disiram air, air langsung turun dalam 3 detik, tidak menggenang di atas. Jika digenggam, menggumpal tapi jika dilepas buyar lagi. Itu artinya porous.
PENYIRAMAN – KUNCI AGAR TANAMAN TETAP PRIMA DAN TIDAK BUSUK
Setelah ditanam, banyak yang bingung siram tiap hari atau tidak.
Anda dapat melakukan penyiraman secara rutin, pagi dan sore, supaya tanamannya mudah beradaptasi di lingkungan Anda.
Tapi ada aturannya:
- 7 hari pertama (masa adaptasi): Siram 2 hari sekali saja, pagi saja. Jangan pagi dan sore dulu. Karena akar belum menjalar, media masih basah dari Bandung. Jika disiram pagi sore terus, akar busuk.
Setelah lewat 7 hari dan tanaman sudah segar: Baru siram rutin pagi dan sore. Pagi jam 07.00-09.00, sore jam 16.00-17.30. Siram secukupnya sampai air keluar dari lubang pot. - Penyiraman diperlukan agar kondisi tanaman tetap dalam kondisi prima, Anda tidak usah khawatir tanamannya membusuk selama media tanam yang digunakan porous, sebab salah satu fungsi pemberian air adalah menukar air dengan udara, sebab akar juga butuh bernafas.
Ini yang sering salah paham. Orang takut siram karena takut busuk. Padahal busuk itu karena media tidak porous, bukan karena air.
Akar Cara Merawat Dieffenbachia Maroba juga butuh oksigen. Saat Anda siram, air masuk mendorong udara lama keluar, lalu saat air turun, udara baru masuk. Jadi penyiraman itu menukar air dengan udara. Akar bernafas.
Tanda harus siram: Tusuk jari 2cm ke media, jika kering baru siram. Jika masih basah, jangan siram.
Tanda kebanyakan siram: Daun bawah menguning lembek, batang bawah lembek. Segera stop siram 3 hari dan jemur pagi.
Tanda kurang siram: Daun menggulung ke dalam, ujung daun kering coklat. Segera siram dan semprot daunnya.
Untuk Tanaman Sri Rezeki yang ditaruh indoor AC, cukup siram 3 hari sekali saja karena penguapan rendah.
PENEMPATAN – STEP PALING KRITIS
Ini adalah cara merawat tanaman sri rezeki yang paling penting dan paling sering dilanggar pembeli.
Selama proses penempatan lakukan step di bawah:
Selama 7 hari simpan di indoor, jika sudah lewat berikan sinar secara perlahan.
- Hari ke-1, 1 jam
- Hari ke-2, 2 jam
- Hari ke-3, 3 jam
- Begitu seterusnya sampai durasi 7-9 hari
Memang fungsinya buat apa? Gini ya gan.
Tanaman dikirim dari DPL tinggi yaitu Bandung, yang suhunya antara 23-28°C, sedangkan Ibad enggak tau kalau suhu di tempat Anda berapa.
Contohnya: Misalkan tempat Anda itu di Jakarta yang suhu perkiraannya antara 30-36°C, sedangkan tanamannya dikirim dari Bandung yang suhunya antara 23-28°C, dengan kata lain fungsi penempatan tersebut adalah mengkondisikan tanaman agar tetap dalam kondisi prima, sebab akan terjadi yang namanya stres pasca perjalanan dan stres perpindahan tempat.
Jelaskan lebih rinci:
Tanaman itu makhluk hidup. Dari Bandung yang sejuk, gelap di dalam dus 2-3 hari, tiba-tiba sampai Jakarta yang panas 36°C, terus langsung dijemur di teras full sun. Pasti syok. Daun langsung layu, menguning, gosong.
Maka harus adaptasi bertahap.
Tutorial Penempatan Adaptasi Ibad Garden – Cara Merawat Dieffenbachia Maroba:
Hari 1-7: INDOOR TOTAL
Simpan Tanaman Sri Rezeki di dalam rumah, dekat jendela yang terang tapi tidak kena matahari langsung. Ruang tamu atau kamar yang ada jendela. Suhu ideal indoor 25-28°C. Jangan di teras dulu. Jangan dijemur dulu.
Fungsinya: Untuk memulihkan tanaman dari stres perjalanan. Biarkan dia istirahat.
Hari ke-8: 1 Jam Sinar Pagi
Pagi jam 07.00-08.00, keluarkan ke teras yang kena sinar pagi lembut. Hanya 1 jam saja. Setelah 1 jam, masukkan lagi ke indoor.
Hari ke-9: 2 Jam Sinar Pagi
Jam 07.00-09.00, 2 jam.
Hari ke-10: 3 Jam
Jam 07.00-10.00.
Begitu seterusnya sampai durasi 7-9 hari penjemuran bertahap. Hari ke-14 dia sudah kuat kena sinar sampai jam 10 pagi. Hari ke-15 ke atas baru boleh di teras yang teduh terang (bukan full sun).
Informasi tambahan yang wajib Anda ingat:
- Selama proses belum selesai maka tanaman tidak boleh terkena sinar secara full. Jangan langsung taruh di halaman yang full sun jam 12 siang. Daunnya akan gosong putih dalam 2 jam.
- Jika layu atau daun mengering segera masukan kembali ke dalam ruangan. Ini tanda dia belum kuat. Masukkan lagi ke indoor, semprot daunnya dengan air, tunggu segar baru jemur lagi besok dengan durasi lebih pendek.
Jika Anda di daerah yang suhunya mirip Bandung seperti Lembang, Cipanas, Bogor Puncak, adaptasi bisa lebih cepat 3-4 hari saja.
Jika Anda di Surabaya, Jakarta, Bekasi, Medan yang panas, adaptasi wajib 9 hari full.
Jangan buru-buru. Lebih baik lambat 9 hari tapi hidup, daripada cepat 1 hari tapi mati.
Setelah 9 hari adaptasi selesai, Tanaman Sri Rezeki bisa ditempatkan permanen di:
- Teras yang teduh terang (bukan full sun).
- Ruang tamu dekat jendela.
- Kamar tidur (penyerap polusi udara).
- Kantor AC.
- Taman vertikal rak besi / kayu (sama seperti Calathea lancifolia).
- Taman horizontal sebagai border di bawah pohon besar.
CARA PEMBERIAN PUPUK – JANGAN DULU DIPUPUK 30 HARI!
Nah, ini yang paling sering salah. Baru tanam 3 hari sudah dikasih NPK 20 butir, akhirnya gosong mati.
Nah, untuk pemberian pupuk, Ibad sarankan supaya jangan dilakukan dulu pemupukan selama tanaman dalam masa adaptasi. Anda dapat melakukan pemberian pupuk NPK kepada tanaman setidaknya 30 hari setelah tanaman tersebut tertanam.
Kenapa enggak boleh dikasih pupuk? Kalau kata petani, akarnya belum menjalar dan belum menempel pada bagian media tanam. Gitu Anda, jadi jangan dulu dipupuk ya.
Jelaskan ilmiahnya:
Akar Dieffenbachia Maroba yang baru sampai itu luka-luka kecil akibat guncangan di perjalanan. Belum menempel kuat ke media tanam baru. Jika langsung diberi pupuk kimia NPK yang sifatnya panas dan asin, akar yang luka akan terbakar, busuk, dan tanaman mati.
Ibarat orang habis operasi, belum boleh makan sate kambing pedas. Harus bubur dulu.
Jadi 30 hari pertama: CUKUP AIR SAJA. Tidak usah NPK, tidak usah POC, tidak usah air cucian beras.
Setelah 30 hari, akar sudah menjalar, sudah menempel, sudah keluar akar putih baru, baru boleh pupuk.
Cara Pemberian Pupuk NPK Setelah 30 Hari – Cara Merawat Tanaman Sri Rezeki Agar Rimbun:
- Pakai NPK 16-16-16 seimbang untuk Dieffenbachia Maroba. Beda dengan Calathea lancifolia yang butuh P tinggi, Sri Rezeki cukup seimbang karena dia fokus daun, bukan anakan rimpang.
- Beri 11-15 butir per 3-4 penjuru pot, jarak 3-4cm dari batang.
- Jangan kubur dalam, cukup di atas media lalu siram.
- Pupuk pagi atau sore, 1-2 bulan sekali saja.
- Jika pot 10-12cm: 8-10 butir total. Pot 15cm: 11-15 butir. Pot 18-20cm: 20-30 butir.
Jika mau organik: Bulan pertama NPK, bulan kedua air cucian beras, selang-seling.
Tanda overdosis NPK: Ujung daun coklat gosong kering. Segera siram air banyak untuk mencuci.
5 Tips Tambahan Cara Merawat Dieffenbachia Maroba Agar Tidak Kuning dan Rimbun
- Lap Daun Seminggu Sekali: Daun lebar Tanaman Sri Rezeki mudah berdebu, pori-pori tertutup, tidak bisa fotosintesis. Lap dengan tisu basah.
- Semprot Daun Pagi Sore: Jika di AC atau musim kemarau, semprot daun dengan sprayer. Kelembapan tinggi bikin daun mengkilap, tidak kering ujungnya.
- Buang Daun Bawah Kuning: Jika ada daun bawah menguning 1-2 lembar itu normal, daun tua. Petik saja agar nutrisi fokus ke atas.
- Pakai Sarung Tangan Saat Pangkas: Getah Dieffenbachia Maroba gatal mengandung kalsium oksalat. Pakai sarung tangan.
- Jangan Letakkan di Full Sun: Daunnya akan kuning pucat, gosong, belangnya hilang. Teduh terang saja.
Kesimpulan Cara Merawat Tanaman Sri Rezeki / Dieffenbachia Maroba
Jadi cara merawat tanaman sri rezeki dan cara merawat dieffenbachia maroba agar tidak mati itu kuncinya 4:
- Media Tanam: Sekam, tanah, cocopeat, organik masing-masing 25% diaduk rata. Jika tidak mau pusing beli di etalase MEDIA TANAM Ibad Garden.
- Penyiraman: Rutin pagi sore setelah adaptasi selesai. Selama media porous tidak usah khawatir busuk, karena fungsi air menukar air dengan udara, akar butuh bernafas.
- Penempatan: 7 hari indoor total, lalu jemur bertahap hari ke-1 1 jam, hari ke-2 2 jam, hari ke-3 3 jam sampai 7-9 hari. Jangan full sun selama adaptasi. Jika layu masukkan lagi ke ruangan. Ini untuk atasi stres pasca perjalanan Bandung 23-28°C ke Jakarta 30-36°C.
- Pemupukan: Jangan dulu dipupuk selama adaptasi. Beri NPK setelah 30 hari setelah tertanam karena akarnya belum menjalar dan belum menempel di media.
Ikuti 4 step ini, Tanaman Sri Rezeki / Dieffenbachia Maroba Anda akan segar, rimbun, daun lebar mengkilap, dan jadi tanaman penyerap polusi udara terbaik di rumah.
Setelah ibad garden menjelaskan keunggulan dan cara merawat. Kali ini ibad garden akan menawarkan produknya
Kurang lebih produknya seperti ini
Gambar Sri Rezeki / Dieffenbachia Maroba 1

Gambar Sri Rezeki / Dieffenbachia Marobaa 2

Gambar D Sri Rezeki / Dieffenbachia Maroba 3

Gambar Sri Rezeki / Dieffenbachia Maroba 4
Catatan:
Dikirim tanpa pot dan kemungkinan besar ukurannya berbeda dari photo yang disesababkan faktor cuaca dan stok yang tersedia dari petani, sebab produknya diambil lagi dari petani
Spesifikasi
- Produk akan dikirimkan dengan ketinggian: 25 s/d 40 cm (tergantung stok dari petani)
- Bobot berat 1pcs dengan metode pengiriman media tanam dikurangi: 500 gram
- Saran ukuran wadah yang digunakan: diameter 15×15
- Umur dari awal budidaya: 16-24 minggu
Cara packing
Untuk informasi cara packing, anda bisa cek ditautan bawah, karena kalau ditulis disini pasti akan sangat panjang. Coba cek dulu aja, ibad sudah jelasin serinci mungkin
INFO TAMBAHAN
- Tanaman akan dikirimkan dengan jenis yang sama, tapi ukurannya mungkin berbeda. Alasannya karena kondisi tanaman sangat terpengarus oleh cuaca dan ketersedian stok dari petani, Tapi ibad akan memastikan bahwa tanamannya akan dikirim yang terbaik
- Produk tidak disertakan dengan pot
- Produk ini akan dikirimkan dengan media tanam yang dikurangi
- Rekomendasi kurir ambil durasi waktu tercepat
- Rekomendasi merek pupuk pembasmian hama: Agrimec atau curacron
Sementara gitu aja dulu ya anda, kalau mau kenal lebih jauh cek dulu profilenya
Atau anda mau mencari informasi harga taman. Nah yang mau tau harga taman secara detailnya plus sudah ada rincian biaya dan tanaman satuannya klik disini
Terimakasih sudah berkunjung. Nuhun ya akang/teteh. Semoga sehat selalu













Ulasan
Belum ada ulasan.